Ketika Tamu Tercinta Hadir

Sebentar lagi ramadan tiba, bulan ini sungguh istimewa dan penuh dengan keutamaan, sudahkah kita mempersiapkan diri menyambut seperti layaknya kita menyambut kedatangan tamu yang kita cintai? Tak diragukan lagi betapa senang dan bahagianya kita menanti kehadirannya. Apalagi tamu itu tak hanya kita cintai, tetapi juga dicintai Allah  dan rasul-Nya, juga seluruh kaum muslimin.

Bulan ramadan adalah bulan yang mulia, bulan shiyam, bulan kesabaran dan taqwa, bulan penuh ampunan, bulan yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan saat syetan di belenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibentangkan, kebaikan dilipat gandakan penuh berkah dan pahala, maka seyogyanya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin, menjemputnya, menyucikan ruh dan jiwa agar memperoleh keberuntungan yang besar. Allah berfirman, yang artinya: “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu”  (QS. Asy-Syms :9)

Saudaraku seiman, jika Allah masih memberikan kita kesempatan emas untuk berjumpa dengan nikmatnya bulan Ramadan, isilah hari-hari kita dengan amalan-amalan yang baik sebanyak mungkin dan semampu kita, dengan penuh keikhlasan dan pengharapan pada Allah, penuhi hati kita dengan taubat yang sesungguhnya dan tekad kuat menggapai ridhoNya.

Puasa adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Dan diantara manfaat puasa adalah:

1.      Puasa mengistirahatkan pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus-menerus, mengeluarkan sisa makanan dalan tubuh, memperkuat badan dan bermanfaat pula bagi penyembuhan beberapa penyakit, disamping mengistihatkan kaum perokok dari kecanduan rokok dan dapat membantu dalam upaya meninggalkannya.

2.      Puasa merupakan latihan dan pembiasaan jiwa untuk berbuat kebaikan, disiplin, ketaatan, dan kesabaran.

3.      Orang yang berpuasa merasakan adanya persamaan dengan saudaranya yang berpuasa, ia berpuasa bersama, berbuka bersama, merasakan adanya persatuan islam yang menyeluruh, dan merasakan lapar sehingga merasa ikut prihatin terhadap saudara-saudaranya yang mengalami kelaparan dan memerlukan pertolongan.

4.      “Barangsiapa berpuasa ramadan dengan penuh iman dan mencari ridho Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alahi).

5.      “Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari pada bulan syawal, maka puasanya seperti puasa setahun” (HR. Muslim).

6.      “Barangsiapa yang bangun (untuk shalat tarawih) pada bulan ramadan dengan penuh keimanan dan mencari ridho Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Muttafaqun ‘Alahi).

Sebagaimana dikatakan Ibnu Qoyyim:  “Puasa memberi pengaruh yang mengagumkan dalam memelihara anggota badan dan kekuatan batin, mengatur metabolisme tubuh sehingga seimbang serta membersihkan tubuh sari zat-zat yang merugikan kesehatan, menjaga kesehatan hati dan anggota-anggota tubuh yang lain”.  Rasulullah bersabda: yang artinya: “Sesungguhnya bulan ini (ramadhan) telah datang pada kalian, padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya sesungguhnya dia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya) kecuali mahrum (yang memang terhalangi dari kebaikan)”. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Berikut ini amalan- amalan untuk mengisi waktu ramadan:

a.       Puasa ramadan yang diwajibkan Allah atas hambanya. Allah berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.(QS.Al-Baqarah: 183). Rasulullah mengungkap puasa ramadan dalam hadisnya, yang artinya: ”Barangsiapa berpusa ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu”.(HR.Bukhari Muslim, Abu Daud, Ibnu Majjah).

b.      Qiyamullail (bangun malam), Rasulullah bersabda, yang artinya: “Barangsiapa melakukan shalat malam di bulan ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.(HR. Bukhari Muslim).

c.       Bersedekah, Rasulullah adalah sosok yang paling dermawan, terlebih saat bulan ramadan, semisal dengan memberi makan bagi orang yang berbuka puasa atau mengundang orang lain untuk makan bersama, dan hal ini tak disyaratkan pada fakir miskin saja tetapi pada semua orang. “Barang siapa memberi buka orang yang berpuasa maka baginya pahala semisal orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala sedikitpun”.(HR. Tirmidzi).

d.      Tadabbur Al-Qur’an dan banyak membacanya. Bulan ramadan adalah bulan saat Al-Qur’an diturunkan, maka selayaknyalah seorang muslim memperbanyak membacanya, sebagaimana dicontohkan Nabi dan para Sahabat.

e.       I’tikaf atau berdiam dimasjid untuk beribadah, didalamnya terkandung banyak ketaatan dan pengkondisian diri khusus untuk mendekatkan diri pada Allah. Ditekankan dilakukan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

f.       Berusaha meraih malam Lailtul Qodar. Nabi bersabda, yang artinya: ”Barangsiapa yang menegakkan malam   Lailatul Qodar penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka akandiampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Mutafaq Alaih).

g.      Memperbanyak dzikir, istighfar dan do’a.

h.      Berumrah ke Baitullah.

Kiat memanfaatkan waktu ramadan agar optimal:

  • Hindari mengerjakan hal sia-sia selama ramadan, seperti yang dilakukan kebanyakan orang saat menunggu berbuka puasa dengan mengunjungi dan berdesak-desakkan dipusat perbelanjaan, nongkrong yang tak berguna, menggunjing, sibuk bersenda gurau, serta tenggelam dalam hal maksiat lain hingga lalai beribadah.
  • Ingat waktu takkan kembali, kesempatan tak datang dua kali, dengan mengingat hal itu insya Allah kita akan bisa optimal memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
  • Ingatlah pahala yang Allah janjikan sehingga ini akan memotifasi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan disetiap detik dan waktu. Maka berbahagialah mereka yang benar-benar memanfaatkan waktu ramadan dengan baik, dan merugilah orang-orang yang menyia-nyiakannya.
  • Tidak ada salahnya membuat target ibadah, jika punya target, maka kita akan punya standar tentang apa yang harus kita capai, apa yang harus kita lakukan dan sebagainya, sehingga pemanfaatan waktu benar-benar optimal.

Puasa merupakan media yang sangat efektif untuk menumbuhkan kehambaan diri yang sempurna, dimana seorang hamba hidup bukan sekedar untuk menjalani hidup saja, tapi untuk rentang masa panjang sesudah mati. Dan puasa yang terlihat sederhana itu, tersimpan sebuah upaya besar menundukkan hawa nafsu, meletakkan manusia sebagai majikan bagi kehendak nafsunya sendiri, agar berjalan seiring dengan misi besar manusia, menghambakan diri secara utuh kepada sang maha pencipta.

Puasa adalah ibadah kebersamaan, maka sebisa mungkin cobalah kita berpuasa dengan kebanyakan kaum muslimin. Bila memungkinkan dengan para pemimpin di negeri ini. Akhirnya, semoga Allah memberi kita kesempatan berjumpa kembali dengan Ramadan dan memberi kita kemudahan mengisi waktu ramadan dengan banyak kebaikan.

Maroji’ :

1.      Al-Qur’an al-Karim.

2.      Majalah Nikah

3.      Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat.     

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: