HUKUM KB

Tanya :

Apa hukum Keluarga Berencana (KB) ? Haram atau boleh ?

 

Jawab :

 

Keluarga berencana ( KB ) kalau maksudnya untuk membatasi kelahiran anak dengan jumlah tertentu tanpa alasan yang benar ( seperti karena  takut miskin , ledakan jumlah penduduk dll ) maka tidak diperbolehkan , karena ini bertentangan dengan syari’at , fitrah , dan mashlahat umat ( kebaikan umat )

 

KB dengan maksud seperti ini melanggar  syariat  karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 (تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم )

Artinya : ” Nikahilah wanita yang penyayang dan subur ( banyak anak ) , karena aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain .” ( HR.Abu Dawud dan An-Nasa’i , berkata Syeikh Al-Albany : Hasan shahih )

 

KB dengan maksud seperti ini juga bertentangan dengan fitrah karena diantara fitrah manusia cinta kepada anak , Allah berfirman :

)زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ) (آل عمران:14)

Artinya :  ” Dijadikan indah pada ( pandangan ) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini , yaitu : wanita-wanita , anak-anak , harta yang banyak dari jenis emas , perak , kuda pilihan , binatang-bintang ternak , dan sawah ladang . Itulah kesenangan hidup di dunia , dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik ( surga ) .” ( QS. Ali Imran 14 )

 

KB dengan maksud seperti ini juga bertentangan dengan mashlahat umat ( kebaikan umat ) karena banyaknya kelahiran adalah diantara sebab kuatnya umat . Dan sedikitnya kelahiran menyebabkan lemahnya umat .

Oleh karena itu hendaklah seorang muslim yakin bahwa Allahlah yang mencipta dan Dia pulalah yang menanggung rezekinya . Masing-masing telah ditulis rezekinya ketika di dalam rahim ibunya dan tidak akan mati sampai sempurna rezeki tersebut .

Adapun  KB karena  keadaan ibu yang  lemah dan membahayakan bagi ibu atau janin jika sampai ibu itu mengandung  maka diperbolehkan , karena firman Allah ta’ala :

(لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا) (البقرة : 286 )

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ( QS. Al-Baqarah : 286 ).

 

Wallohu A’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: