Hukum Menikah dalam Islam

nikah1Rosululloh    pernah menyebutkan dalam sebuah hadits bahwa pernikahan adalah menyempurnakan setengah agama seorang Muslim. Ungkapan ini menegaskan bahwa pernikahan memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Menikah merupakan babak baru dari seorang individu Muslim dalam membentuk sebuah keluarga dimana ia akan menegakkan syariat agama ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga terhadap pasangan hidupnya, anak-anaknya, dan seterusnya.

Nilai kemuliaan atau kesakralan pernikahan dalam Islam juga tercermin dari “prosesi” pendahuluan yang juga beradab. Islam hanya mengenal proses ta’aruf. Bukan praktek iseng atau coba-coba layaknya pacaran. Namun diawali dengan niat yang tulus untuk berumah tangga sebagai bentuk ibadah kepada Alloh  diiringi dengan kesiapan untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan dari pasangan hidupnya.

Baca lebih lanjut

Kiat Bergaul Antara Laki-laki dan Perempuan

Allah SWT tidak melarang suatu perbuatan apapun melainkan untuk kebaikan dan kemuliaan kita, untuk menjauhkan kita dari kerugian, bahkan untuk melindungi kita dari kehinaan dan kenistaan. Termasuk larangan untuk mendekati zina misalnya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra [17] : 32).

Bukan jangan berzina, tapi jangan mendekati zina. Dengan kata lain, mendekati zina saja dilarang, apalagi berzina. Bagaimana cara untuk tidak mendekati zina? Hal ini tentu akan sangat berkaitan dengan bagaimana cara bergaul antara laki-laki dan perempuan. Berikut ini kiat bergaul antara laki-laki dan perempuan yang bisa kita amalkan baik di sekolah, kampus, kantor, atau dimanapun kita berada.

Baca lebih lanjut

Jangan Sia-siakan Masa Mudamu

Masa muda merupakan masa keemasan setiap anak manusia, masa dimana semua potensi  terkumpul dalam beragam bentuk dan warnanya pada diri pemuda. Masa yang sangat dirindukan oleh kalangan tua dalam khayalan perkataannya, “Andaikan masa muda dapat terulang kembali“, bahkan merupakan pondasi tegaknya peradaban suatu bangsa.

Sungguh indah untaian kalimat yang mengalir dari seorang mujahid dakwah yang telah mengorbankan harta bahkan jiwanya kepada para pemuda di dalam suatu liqo`at (pertemuan) :

“Wahai para pemuda ……Sesungguhnya kesuksekasan suatu fikrah (ideologi) dilandasi oleh keimanan yang mengakar, keikhlasan yang murni dalam menempuh perjalanannya, semangat yang menggelora dan aktor yang mampu menopang fikroh ini dalam bentuk amal dan pengorbanan. Keempat perihal ini (keimanan, keikhlasan, semangat dan amal) merupakan ciri khas para pemuda. Baca lebih lanjut

Hukum Pacaran dalam Islam

Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram.

Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan.

Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas. Baca lebih lanjut

Jagalah Pandanganmu !!

“Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa maksiat itu semuanya racun, penyebab sakit dan binasanya hati. Maka tundukkanlah pandanganmu, jangan kau umbar pada yang diharamkan, karena ini adalah kemaksiatan” Baca lebih lanjut