ISTILAH ISLAM

Khazanah Istilah

Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله

Rubrik ini berisi penjelasan tentang istilah-istilah dari bahasa Arab yang sering dijumpai dalam literatur sya’ri.

No

Kata

Penjelasan

1.

Tafsir

°           Tafsir secara bahasa artinya ‘penjelasan’.°           Adapun secara istilah adalah penjelasan tentang makna-makna al-Qur’an yang mulia.

°           Dan mempelajari tafsir al-Qur’an adalah wajib karena Allah عزّوجلّ memerintah kita untuk merenungi al-Qur’an. (Lihat Ushulunfi Tafsir hlm. 28 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin.)

2.

Al-Qur’an

°           Al-Qur’an secara bahasa adalah ‘membaca atau mengumpulkan’.°           Adapun secara istilah adalah kalam (ucapan) Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم, dan membacanya dianggap sebagai suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.

°           Al-Qur’an memiliki beberapa nama yang banyak sebagai bukti keistimewaan dan keagungannya. (Lihat Mabahitsfi Ulumil Qur’an hlm. 17 oleh Syaikh Manna’ al-Qathan.)

3.

Hadits

°           Hadits secara bahasa ‘baru’.°           Adapun secara istilah adalah apa saja yang disandarkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat.

°           Dan hadits itu ada yang shahih, hasan, dha’if (lemah), maudhu’ (palsu), bahkan ada yang tidak ada asalnya. la memiliki beberapa istilah yang cukup banyak. (Lihat Taisir Mushthalah Hadits hlm. 17 oleh Dr. Mahmud ath-Thahan.)

4.

Manhaj

°           Manhaj secara bahasa adalah ‘jalan yang jelas’.°           Adapun secara istilah adalah jalan yang jelas, yang ditempuh oleh Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabat serta generasi terbaik dalam beragama, baik aqidah, ibadah, akhlak, dan sebagainya. (Lihat Limadza Ikhtartu Manhaj Salafi hlm. 88 oleh Syaikh Salim al-Hilali.)

5.

Aqidah

°           Aqidah secara bahasa adalah ‘ikatan dan kokoh’.°           Adapun secara istilah adalah apa yang diyakini secara kuat oleh manusia dalam hatinya tanpa ada keraguan padanya.

°           Aqidah memiliki beberapa istilah lainnya seperti tauhid, as-sunnah, ushuluddin, iman, syari’at, fiqih akbar, dan sebagainya.

°           Aqidah lebih umum daripada tauhid.

°           Aqidah Islam yang benar adalah yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih sesuai dengan pemahaman salaf shalih.

°           Ulama yang pertama kali membukukan aqidah dalam sebuah kitab adalah Abdullah bin Wahb al-Qurasyi (197 H) dalam kitabnya tentang masalah takdir. (Lihat al-Ususul al-Masyidah fi Tauhid wal Aqidah hlm. 7,75 oleh Syaikh Akram Ziyadah.)

6.

Tauhid

°           Tauhid secara bahasa ‘mengesakan’.°           Adapun secara istilah, tauhid berarti mengesakan Allah عزّوجلّ dan tidak menyekutukan-Nya dalam hal-hal yang menjadi kekhususan Allah عزّوجلّ. Tauhid terbagi menjadi tiga: rububiyyah, Uluhiyyah, dan asma wa shifat. (Lihat al-Qaulus Sadid fi Maqashid Tauhid hlm. 17 oleh Syaikh Abdurrahman as-Sa’di.)

7.

Thoroif

°           Thoroif secara bahasa adalah ‘lucu’.°           Adapun secara istilah adalah kisah-kisah lucu yang membuat seorang tertawa dan bahagia.

°           Dan tentu saja kisah-kisah tersebut hendaknya shahih dan memuat hikmah. Dahulu, Ali bin Abi Thalib عزّوجلّ mengatakan, “Rilekskanlah hati kalian dengan thoroif (kisah-kisah lucu) yang penuh hikmah, karena hati kadang bosan sebagaimana badan juga bosan.” (Irsyadul Arib 1/94 oleh al-Hamawi)

8.

Ghoroib

°           Ghoroib secara bahasa adalah ‘aneh’.°           Adapun secara istilah adalah kejadian-kejadian yang aneh binti ajaib yang jarang terjadi di alam kehidupan.

°           Dan setiap kali kita mendengar ghoroib maka anggaplah mungkin itu terjadi, selagi kita tidak memiliki bukti kuat untuk mengingkarinya. (Lihat Abjadul Ulum 1/247 oleh Shiddiq Hasan Khan.)

12.

Kisah Sahabat dan Tabi’in °           “Sahabat” adalah seorang yang berjumpa dengan Nabi صلى الله عليه وسلم dan beriman kepada beliau serta meninggal dunia dalam keimanan. “Tabi’in”  adalah  seorang  yang  bertemu  dengan  sahabat  Nabi صلى الله عليه وسلم dan beriman kepada Nabi صلى الله عليه وسلم serta meninggal dalam keimanan. (Baca Nuzhatun Nazhar fi Taudhihi Nukhbatil Fikar hlm. 149-152 karya Ibnu Hajar al-Asqalani.).°           Mempelajari kisah-kisah mereka sangatlah bermanfaat untuk menambah keimanan dan meniru kegigihan mereka dalam beramal.

°           Ibnul Jauzi رحمه الله pernah mengatakan, “Saya menilai bahwa sibuk dengan fiqih dan hadits tidaklah cukup untuk kebaikan hati, kecuali bila dicampur dengan mempelajari siroh salaf shalih.” (Shaidhul Khathir hlm. 292).

13.

Khutbah Jum’at °           “Khutbah” diambil dari kata “khathb” yaitu kesulitan atau urusan be-sar. Hal itu karena orang-orang Arab dahulu, apabila tertimpa masalah besar maka mereka berpidato lalu orang-orang berdatangan untuk berkumpul danberpikir bersama untuk mencari solusinya. (Kitab at-Ta’yinfi Syarhil Arba’in ath-Thufi hlm. 3).°           Dan khutbah Jum’at yaitu pidato di hari Jum’at sebelum melakukan shalat Jum’at tentang hal-hal penting yang dibutuhkan manusia.

°           Khutbah Jum’at memiliki beberapa aturan dan hukum serta adab yang hendaknya diketahui oleh seorang muslim. (Lihat dalam asy-Syamil fi Fiqhil Khathib wal Khuthbah oleh Dr. Su’ud asy-Syuraim.)

14.

Fiqih Nawazil °           “Fiqih Nawazil” tersusun dari dua kata, yaitu “fiqih” dan “nawazil”. “Fiqih” secara bahasa adalah pemahaman, sedangkan “nawazil” adalah bentuk jamak dari “nazilah” yang artinya masalah rumit/kesusahan.°           Adapun makna Fiqih Nawazil adalah pengetahuan hukum-hukum syari’at tentang masalah-masalah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (al-Mantsur fil Qawa’id karya az-Zarkasyi 1/69).

°           Mempelajari masalah-masalah modern/kontemporer ini penting untuk mem-buktikan bahwa Islam relevan untuk setiap zaman dan tempat, apalagi pada zaman sekarang yang begitu banyak permasalahan modem terutama dalam masalah ekonomi, kedokteran, makanan, dan lain-lain.

15.

Fiqih Dakwah °           “Dakwah” secara bahasa berarti mengajak, dan secara istilah adalah mengajak dan menyampaikan seluk-beluk agama Islam kepada manusia serta menyeru mereka untuk mengamalkannya.°           Adapun “Fiqih Dakwah” maksudnya ialah ilmu tentang hukum-hukum syar’i yang berkaitan dengan tujuan dan metode menyampaikan Islam kepada manusia. (Baca Qawa’id wa Dhawabith Fiqhi Dakwah hlm. 98 karya Abid bin Abdullah ats-Tsubaiti.)

16.

Tazkiyah Nufus °           “Tazkiyah Nufus” diambil dari dua kata: “tazkiyah” dan “nufus”.°           “Tazkiyah” secara bahasa menyucikan dan berkembang, sedangkan “nufus” bentuk jamak dari “nafs” yang artinya hati. Jadi, makna “tazkiyah nufus” adalah menyucikan hati/jiwa dari noda-noda dan dosa, dan mengembangkannya berupa ketaatan dan keimanan.

°           Ilmu ini sangat penting karena mengandung intisari dakwah para rasul dan merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

°           Dan perlu diketahui bahwa metode tazkiyah nufus yang benar adalah apa yang sesuai dengan ajaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم bukan dengan metode-metode bid’ah yang semarak pada zaman sekarang. (Baca Tazkiyah Nufus Mafhumuha wa Maratibuha wa Asbabuha hlm. 9-10 oleh Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhaili.).

17.

Siroh °               “Siroh”  secara  bahasa  berarti  perjalanan  seorang manusia.  Adapun secara istilah, ia adalah ilmu  tentang perjalanan kehidupan Nabi صلى الله عليه وسلم secara detail sejak lahir hingga wafatnya serta hal-hal yang berkaitan dengannya.°            Ilmu ini sangat penting agar kita bisa meneladani kehidupan Nabi صلى الله عليه وسلم, mengambil pelajaran darinya, dan menjadi kiat agar semakin cinta kepada beliau..

°           Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam siroh hendaknya yang dijadikan sumbernya adalah al-Qur’an, hadits shahih, dan sejarah yang autentik. (Baca Muqaddimah Syaikh Basim al-Jawabirah dan Samir az-Zuhairi terhadap al-Fushul fi Sirah Rasul karya Ibnu Katsir hlm. 4-7).


Sumber :  Majalah Al-Furqon No. 138 dan 140 Tahun  ketigabelas 1434 H/ 2013 M via  www.ibnumajjah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: